Utara

Arah. Hal yang pertama kali terlintas saat kau menyebutkan utara. Meski pada akhirnya aku sadar, utara yang kau maksud berbeda, tapi perjalanan sudah kita mulai bukan? Perjalanan yang masih pada tahap awal, dan kita tau masih akan ada banyak hal yang harus kita lakukan. Entah bagaimana perjalanan ini dimulai. Ketidaktahuan menjadikan semuanya lebih menarik bukan. Terkadang akan ada saat lelah, penat, dan gelisah. Tapi kita adalah pemeran utama, tanpa pemeran pengganti.

Alasan Utama

Perjalanan lebih baik dihitung berdasarkan teman ketimbang jarak yang telah ditempuh. Ya, seseorang pernah berkata begitu. Aku setuju dengannya. Perjalanan akan tetap menyenangkan selama kita bersama teman. Tak peduli tujuannya ke mana, pasti ada cerita yang membuat kita tertawa. Tapi dari perjalanan yang telah dilakukan ternyata yang terjadi sedikit berbeda. Teman tetaplah harus dipilih. Saat ini kita juga dalam perjalanan bukan? Perjalanan yang tidak kita tahu akhirnya. Hidup juga sebuah perjalanan.

Senandung Bersama

Jika hujan adalah cerita, maka senandung adalah rencana. Aku sebagian orang yang menikmati hujan sebagai senandung alam. Ada saja cara menikmatinya. Entah dengan berdiam diri, melihat kejauhan, atau bahkan kesendirian. Tentu hal ini tak sama untuk setiap orang. Hujan seperti membantu menikmati suasana. Terlebih lagi hujan membantu untuk bersabar dan menunggu. Dulu sering kali aku melakukan perjalanan ketika hujan. Jalanan lebih sepi karena sebagian besar orang memilih untuk berhenti. Sementara aku, selalu berusaha siap untuk menikmati hujan.

Tak Mengapa

Beriringan. Beberapa orang memberikan deskripsi dan makna yang berbeda akan hal ini. Sejajar, bersisian, berurutan, dan beragam hal lainnya. Apakah kau juga begitu? berbeda dalam makna? Aku tak pernah menerka-nerka ujung dari jalan ini. Berharap adanya kemudahan dan keringanan saja. Seandainya pun berat, semoga Allah meringankan. Beriringan. Tak membosankan menurutku. Semoga kamupun begitu. Meski pada awalnya harus menyesuaikan langkah dan kecepatan, akhirnya kita bisa menikmati perjalanan. Tak melulu bahagia, hidup memang seperti itu.

Tempat yang Sama

Suatu sore, aku pernah keluar rumah ingin menghabiskan waktu dan menikmati Bandung yang selalu menyenangkan di Minggu sore. Bukan tanpa alasan. Keramaian, macet dan banyak hal lainnya berkurang di Minggu sore. Karenanya Bandung lebih menyenangkan. Hanya hari ini aku akan kembali ke luar kota. Waktu menjadi terasa sempit. Mungkin karena hal ini sudah jarang terjadi. Dulu hal ini mudah aku lakukan, sekarang sedikit berbeda. Ada beberapa tanggung jawab yang harus aku penuhi di kota berbeda.

Surat Untuk Mimpi

Hai mimpi yang masih tertidur. Sudah cukup lama saya mencoba membangunkanmu. Hanya tak kunjung berhasil. Ada saja hal yang membatasi. Batas yang akhirnya saya sadari adalah diri saya sendiri. Tulisan ini saya buat untuk memberitahumu, saat kau terbangun nanti atau mungkin saat saya berpaling terlalu jauh, bahwa kita pernah bersama meski tak saling menyapa. Saat ini saya tak lagi mencoba membangunkanmu. Tak ingin terlalu lama melakukan hal yang sama. Tak ingin terlalu lama berharap kepada hal yang tak kunjung tiba.

Ada Untuk Diikhlaskan

Beberapa waktu ke belakang, saya cukup sering mendengar teman yang bercerita tentang masalah yang sedang mereka hadapi. Cukup beragam. Ada yang hanya masalah kecil, sebagian lagi masalah yang cukup pelik. Ada yang melibatkan orang lain, tapi ada juga yang muncul karena diri sendiri. Kemarin, saya bertemu dengan seorang teman yang sudah sangat lama tidak bertemu. Dia tidak datang dengan masalah. Banyak hal yang telah berubah, tapi tidak dengan teman saya. Selalu menyenangkan bertemu dengan temannya.

Berhenti Mencoba

Pernahkah kalian tertawa meski tanpa sebab? Saya pernah. Tak akan terasa lega, karena hanya ada kekosongan yang muncul di hati. Terkadang saya melakukannya, tertawa akan hal kecil yang sebenarnya tidak lucu. Hanya untuk mencairkan suasana. Pernahkah kalian berjalan meski tanpa arah? Saya pernah. Tak akan terasa lelah, karena hanya akan ada pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi pikiran. Pernahkah kalian berhenti meski masih mencoba? Saya pernah. Tak seperti biasanya, akan ada banyak rasa penasaran yang muncul, hanya saja pada akhirnya akan ada alasan mengapa kita harus berhenti.

Biru

Setelah hujan reda, genangan airpun surut. Kuputuskan untuk segera pulang, sebelum malam terlalu malam dan dingin membangunkan ibumu kembali. Belum jauh berjalan, Aku berpaling dan memastikan engkau tidak lagi terlihat. Tidakkah kau merasakan hal yang sama? Setelah banyak hal, bukankah aku berhak untuk menambah harapan? Mungkin aku berbeda, hal-hal kecil selalu membuatku teringat kepadamu. Bagaimana kau berbicara, caramu berjalan, hingga tawamu yang kau sebut datar atau bahkan ketidakpedulianmu saat sibuk dengan sesuatu.

Ampuni ya Allah

Mereka yang selalu ada tanpa diminta. Mereka yang berdoa dan melupakan dirinya. Mereka yang berkata ada ketika tak ada, hanya untuk kami anaknya. Mereka yang bersedih ketika kami terlupa. Mereka yang bahagia ketika kami tertawa, dan selalu bertahan ketika usia berbicara. Ampuni ya Allah, ampuni mereka.