Tentang Rindu

Terbangun. Sekelebat cahaya masuk melalui jendela dan membangunkanku pagi ini. Dengan tubuh yang masih terasa lelah. Beberapa hari ini jam tidur memang sangat tidak beraturan dan beberapa kali harus melakukan perjalanan hingga ke luar kota. Hari ini tidak ada rencana khusus, hanya berniat untuk beristirahat dan menonton sejumlah film yang sebelumnya sempat tertunda. Komputer telah menyala dan dengan cepat mata dan tangan bergerak ke sana ke mari hingga terhenti di sebuah folder.

Tidak Dengan Hati Yang Riang

Semalam saya terdiam. Teringat kembali akan banyak hal yang sudah terlewatkan. Di saat yang sama, saya merasa sedih dan senang secara bergantian. Sering kali memperoleh banyak pengalaman, sahabat, cerita serta sudut yang berbeda. Memiliki keluarga yang selalu mendukung anda adalah karunia yang tak ternilai. Memiliki sahabat yang selalu ada, cerita yang selalu berbeda dan sudut pandang yang selalu berubah. Sedih bukan karena hasil yang belum saya capai. Tapi justru karena merasa jarang atau bahkan tidak pernah berusaha dengan maksimal.

Ada Tanda Titik

Mungkin saya butuh untuk berhenti sejenak. Beristirahat dan menghela nafas. Atau sekedar melihat keadaan sekitar. Karena mungkin ada yang berubah atau mungkin saya/kita yang berubah. Kadang kita terlupa, waktu bisa mengubah segala sesuatu. Entah itu sedikit atau seluruhnya. Entah itu sesaat atau selamanya. Kita hanya perlu menerima dan melihat sisi baik yang ada. Memang sulit. Kemarin saya kembali diingatkan akan pahitnya kopi. Diingatkan kembali akan sulitnya menjaga. Diingatkan kembali akan sulitnya untuk diam ketika kita ingin berbicara.

dan Bandungpun hujan

Seperti yang telah berlalu, segala sesuatu pasti ada akhirnya. Begitu pula dengan hari ini. Hari yang melelahkan dan pasti berakhir. Banyak yang harus diselesaikan. Hanya perlu usaha dan doa. Setelah semuanya berakhir, akan ada hal lain yang harus dikerjakan, yang menjadi tanggung jawab baru, yang harus didoakan dan harus diikhlaskan. Karena setiap akhir adalah sebuah awal yang baru. Kita hanya perlu bersyukur dan berdoa untuk memulai kembali. Dan sore ini, Bandung kembali hujan seperti mengingatkan untuk tetap berdoa dan bersyukur serta memulai yang baru.

(Sudah) Lama Tidak Tertawa

Sudah lama sekali rasanya tidak tertawa. Seperti berbicara dalam diam. Ada perasaan tak tentu yang menelusuk ke dalam pikiran. Bertingkah seakan mampu, namun menjadi beban. Bukan seperti yang kalian lihat dan pikirkan. Tertawa adalah hal yang sulit bagi saya. Entah mengapa. Mungkin terlalu banyak hal yang harus ditertawakan sehingga terkadang saya tidak lagi melihat sesuatu yang sangat menghibur. Lelucon atau candaan yang ada terdengar seperti paksaan. Klise. Mungkin karena kurangnya rasa syukur.

Tentang Perjalanan

Saya tak pernah senang dalam perjalanan, lebih memilih berdiam dan melakukan sesuatu. Entah karena lingkungan atau merasa perlu. Namun saya banyak melakukan perjalanan. Bukan perjalanan yang sebenarnya, tapi berjalan dalam lintasan waktu yang telah berlalu. Mungkin karena rindu. Tersadar. Banyak hal yang harus disyukuri. Banyak pula hal yang harus diperbaiki. Namun lebih banyak hal yang membuat tersenyum dan tertawa. Banyak cerita gagal yang tertulis. Ada kesempatan yang terlewatkan. Ada sesal yang terkadang hanya bisa dihadapi dengan senyuman.

Do'a

Kalimat yang selalu diulang Kalimat yang selalu terpikirkan Kalimat penuh pengharapan Terkadang hanya terlintas di pikiran, hingga tak sengaja terucap Sering terasa kurang namun pasti menenangkan

The Long and Winding Road

The long and winding road that leads to your door Will never disappear I’ve seen that road before it always leads me here Leads me to your door The wild and windy night that the rain washed away Has left a pool of tears crying for the day Why leave me standing here, let me know the way Many times I’ve been alone and many times I’ve cried Anyway you’ll never know the many ways I’ve tried And still they lead me back to the long and winding road You left me standing here a long, long time ago Don’t leave me waiting here, lead me to you door

Tetap Berusaha

Sudah terlalu malam untuk melanjutkan perjalanan. Nyaris pukul 2 pagi. Saya memutuskan pulang dengan taksi. Bukan karena sudah terlalu lelah. Bukan karena terlalu malam. Tapi hujan kembali turun. Dan saya juga telah lumayan basah sebelum mendapatkan taksi kosong. Dingin. Dan suhu tubuh saya mulai diatas normal. Kepala mulai terasa sakit dan sepertinya akan semakin parah jika tidak segera beristirahat. Tapi hal seperti yang menandakan kita masih hidup dan harus tetap berusaha.

(Masih) Menikmati Suasana

Sudah hampir jam 11, dan hujan telah benar-benar berhenti. Semakin malam, terlihat semakin ramai pengunjung yang datang. Bahkan terlihat antrian di pintu masuk untuk memperoleh meja. Saya sendiri masih bertahan duduk di meja ini. Saya masih menikmati alunan musik yang dimainkan oleh grup yang belakangan saya tau bernama Notes. Hanya terdiri dari 3 personel. Tapi mereka memainkan banyak sekali alat musik secara bergantian. Gitar, Drum, Contrabass, Biola, Keyboard, Flute, Clarinet, hingga perkusi.