The Long and Winding Road

The long and winding road that leads to your door Will never disappear I've seen that road before it always leads me here Leads me to your door The wild and windy night that the rain washed away Has left a pool of tears crying for the day Why leave me standing here, let me know the way Many times I've been alone and many times I've cried Anyway you'll never know the many ways I've tried And still they lead me back to the long and winding road You left me standing here a long, long time ago Don't leave me waiting here, lead me to you door

Read more

Tetap Berusaha

Sudah terlalu malam untuk melanjutkan perjalanan. Nyaris pukul 2 pagi. Saya memutuskan pulang dengan taksi. Bukan karena sudah terlalu lelah. Bukan karena terlalu malam. Tapi hujan kembali turun. Dan saya juga telah lumayan basah sebelum mendapatkan taksi kosong. Dingin. Dan suhu tubuh saya mulai diatas normal. Kepala mulai terasa sakit dan sepertinya akan semakin parah jika tidak segera beristirahat. Tapi hal seperti yang menandakan kita masih hidup dan harus tetap berusaha.

Read more

(Masih) Menikmati Suasana

Sudah hampir jam 11, dan hujan telah benar-benar berhenti. Semakin malam, terlihat semakin ramai pengunjung yang datang. Bahkan terlihat antrian di pintu masuk untuk memperoleh meja. Saya sendiri masih bertahan duduk di meja ini. Saya masih menikmati alunan musik yang dimainkan oleh grup yang belakangan saya tau bernama Notes. Hanya terdiri dari 3 personel. Tapi mereka memainkan banyak sekali alat musik secara bergantian. Gitar, Drum, Contrabass, Biola, Keyboard, Flute, Clarinet, hingga perkusi.

Read more

Langkah yang tepat

Musik yang dimainkan membuat saya kembali memesan segelas kopi di cafe ini. Kali ini _fools like me-_nya Lisa loeb dimainkan dengan sedikit merubah tempo. Tetap santai dan terdengar menyenangkan. Potongan lirik lagu ini juga begitu tepat untuk saat ini. I know where I'm going I'm tripping I'm sliding around that's okay At least I'm excited It wasn't how I planned it (Wasn't how I planned it feet are where I landed)

Read more

Alasan

Kali ini tidak di sudut ruangan. Aku memilih duduk di depan agar lebih dekat performer yang sedang tampil. Hanya, aku tetap memilih duduk di meja tepi agar tidak terganggu dengan pengunjung dan pelayan yang banyak mondar mandir. Tak lama, aku langsung memesan air mineral dan omelet. Cafe ini tidak begitu nyaman. Mungkin lokasinya membuat cafe ini begitu ramai (dan mungkin hidangan yang ada). Lampunya redup dan mejanya rapat. Sehingga terasa sulit bagi pengunjung untuk sekedar masuk/keluar.

Read more

Terbiasa Bercanda

_Terlintas memori ketika aku masih di rumah. Pernah satu ketika aku terbangun dan merasa begitu lemah. Suhu badan terasa begitu panas, tenggorakan terasa kering dan kepala terasa berat sekali. Aku jatuh sakit. Semula aku merasa ini hanya sekedar penyakit biasa yang muncul karena terlalu letih dan kurang beristirahat. Sehingga aku hanya memilih berbaring seharian dari pagi hingga menjelang magrib. Sudah menjadi kebiasaan jika aku sakit. Istirahat dan semuanya akan baik saja.

Read more

Berpikiran Positif

“Gimana kamu aja, In sya Allah ntar dimudahkan sama Allah. Kamu udah lebih ngerti, kami di sini hanya bisa berdoa aja” Kalimat itu begitu sering aku dengar dari dia. Ibuku. Orang yang selalu mempercayai aku. Selalu memberi dorongan untuk apa saja yang aku lakukan. Beliau memberikan kebebasan kepada kami, anaknya, untuk memilih. Beliau pasti menginginkan yang terbaik untuk kami. Namun di satu sisi lain, di saat bersamaan, beliau juga mengingatkan untuk tetap berserah diri kepada Sang Maha Tahu.

Read more

Tetap Pada Rencana Awal

Matahari telah terbenam saat kami memutuskan untuk berpisah. Sementara ia memutuskan untuk segera pulang, aku lebih memilih melanjutkan perjalanan. Seperti rencana awal, aku telah memutuskan untuk berjalan dengan arah yang tidak biasa. Dengan pola yang sedikit berbeda. Mungkin hal ini akan sedikit mengganggu pekerjaan rutin, tapi ini yang aku inginkan. Aku juga berharap dapat bertemu dengan seorang yang mungkin memiliki pola pikir yang sama untuk saat ini. Jadi aku memohonkan maaf untuk ketidaknyamanan yang mungkin (akan) muncul.

Read more

Bebas Tapi Berbentuk / Berbentuk Tapi Bebas

Pembicaraan serius telah selesai. Kini tinggal tawa lepas yang ada. Obrolan santai sudah berlangsung sekitar 30 menit. Sudah gelas ke-2 di cafe ini. Suasana santai bersama teman memang lebih bermanfaat di saat kita memiliki banyak masalah. Terkadang kita hanya butuh sedikit tertawa lepas untuk melupakan setumpuk masalah. Dan ini yang saat ini saya dan Ia rasakan.  Ya, persahabatan kami telah begitu lama. Saya dan Ia telah banyak mengetahui pola pikir satu sama lain.

Read more

Simpangan Yang Seimbang

_Sepertinya bakalan terlambat. _ Dan benar saja, ia telah menunggu. Sahabat yang sebelumnya aku ceritakan. Tapi tak terlihat rasa kesal atau kecewa meski ia menunggu cukup lama. Ia memang seorang penyabar. Seorang yang selalu memberi yang dahulu dan selalu mengusahakan yang terbaik. Ia pernah bercerita, Ia percaya jika kita memberikan yang terbaik maka yang terbaik pula balasan yang kita peroleh. Ia mengilustrasikan sebuah hubungan dengan pergerakan sebuah bandul dengan simpangan yang seimbang.

Read more