Maaf


Tidak Dengan Hati Yang Riang

Semalam saya terdiam. Teringat kembali akan banyak hal yang sudah terlewatkan. Di saat yang sama, saya merasa sedih dan senang secara bergantian. Sering kali memperoleh banyak pengalaman, sahabat, cerita serta sudut yang berbeda. Memiliki keluarga yang selalu mendukung anda adalah karunia yang tak ternilai. Memiliki sahabat yang selalu ada, cerita yang selalu berbeda dan sudut pandang yang selalu berubah. Sedih bukan karena hasil yang belum saya capai. Tapi justru karena merasa jarang atau bahkan tidak pernah berusaha dengan maksimal.

Tetap Pada Rencana Awal

Matahari telah terbenam saat kami memutuskan untuk berpisah. Sementara ia memutuskan untuk segera pulang, aku lebih memilih melanjutkan perjalanan. Seperti rencana awal, aku telah memutuskan untuk berjalan dengan arah yang tidak biasa. Dengan pola yang sedikit berbeda. Mungkin hal ini akan sedikit mengganggu pekerjaan rutin, tapi ini yang aku inginkan. Aku juga berharap dapat bertemu dengan seorang yang mungkin memiliki pola pikir yang sama untuk saat ini. Jadi aku memohonkan maaf untuk ketidaknyamanan yang mungkin (akan) muncul.